Auditorium M Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta
Kamis, 5 Juni 2014 oleh LPM F Figur
Sekitar pukul 08.00 saya sampai di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Meskipun tempat tinggal saya lumayan dekat dengan UMS jujur saja ini adalah pertama kallinya saya memasukinya jadi masih lumayan bingung. Karena tidak tahu ruang seminarnya setelah memarkir motor saya pun bertanya dengan mbak-mbak yang ada di sekitar tempat parkir. Alhamdulillah ternyata mbaknya juga akan menuju ke tempat yang sama. Saya menghadiri seminar bersama kakak perempuan saya. Karena saya datang belakangan tiket saya dititipkan kepada panitia registrasi oleh kakak saya. Saya mendapat nomer tiket silver 001 dan kakak saya silver 002. Setelah registrasi saya menunjukkan tiket untuk mendapatkan snack kemudian memasuki ruang seminar. Keberuntungan bagi kami tempat duduk kami pas berada di tengah barisan ketiga. Tempat yang strategis menurut saya. Sembari menunggu pembicara utama bang Tere, acara diisi oleh band dari FKIP B.Inggris UMS. Sekitar pukul 09.45 acara pun dimulai. Setelah tilawah dan ada juga beberapa sambutan dari dekanat dan ketua panitia akhirnya acara yang ditunggu-tunggupun tiba, yaitu bincang-bincang bersama Darwis Tere Liye. Materi yang disampaikan yaitu mengenai dunia kepenulisan. Tere Liye mengawali karir menulisnya sejak usia 9 tahun. Itu artinya sudah sekitar 25 tahun pengalaman kepenulisannya. Beliau mulai menulis puisi dan cerpen anak di majalah anak bobo. Saat ini sudah cukup banyak novelnya yang telah dibukukan dan sebagian bahkan telah difilmkan. Novelnya yang telah difilmkan yaitu hafalan sholat delisa dan bidadari-bidadari surga. Novel-novelnya antara lain hafalan sholat delisa, bidadari-bidadari surga, rembulan tenggelam di wajahmu, daun yang jatuh tak pernah membenci angin, sunset bersama rosie, kau aku dan sepucuk angpau merah dan lainnya. Novel imajinasi terbarunya yaitu bumi. sebelumnya bang Tere bertanya tentang motivasi menulis. Beliau pun kemudian bercerita tentang kisah burung pipit, penyu dan sebuah pohon kelapa yang bersahabat. Pada suatu hari mereka sepakat untuk berpisah untuk mencari pengalaman masing-masing dan berkumpul lagi tiga tahun kemudian. Tak terasa tiga tahun berlalu mereka pun berkumpul kembali. Kemudian mereka pun saling bercerita pengalaman mereka selama tiga tahun. Pertama yaitu burung pipit. Selama tiga tahun terakhir si burung pipit telah terbang sampai ke pulau seberang. Ia telah melihat banyak hal. Kota yang sangat ramai, pasir pantai yang lebih indah dari pantai di pulau tersebut dan banyak hal indah lainnya. Pohon kelapa dan penyu dibuat takjub akan cerita si burung pipit Giliran kedua yaitu penyu. Tiga tahun terakhir ia telah berenang menyelami samudra luas sampai ke benua sebrang. Di sana ia melihat dunia yang sangat berbeda dari pulau asalnya. Gedung-gedung yang tinggi, kapal pesiar yang sangat mewah dan ribuan orang dari berbagai bangsa. Burung pipit dan pohon kelapa pun takjub dengan pengalaman penyu. Pohon kelapa terlihat sedih. Tiga tahun terakhir ia tak beranjak dari tempatnya semula. Tak banyak pengalaman baru yang ia temui. Namun tahukah kalian? Setiap tahunnya pohon kelapa menjatuhkan beribu-ribu buahnya yang kemudian terbawa ombak dan menyebar sampai ke seleruh dunia. Bisa jadi pohon kelapa yang dilihat burung pipit di pulau sebrang, pohon kelapa yang dilihat penyu di pulau sebrang dan ribuan pohon kelapa lain yang tersebar terbawa ombak berasal dari si pohon kelapa sahabatnya. Pohon kelapa tak pernah tahu sampai dimana, bagaimana dan seberapa banyak buahnya yang telah tumbuh selama tiga tahun terakhir. Seperti itulah selayaknya motivasi yang tertanam dalam diri kita ketika menulis. Menyebar buah kebaikan. Kita tak pernah tau siapa saja yang telah membaca dan termotivasi dengan tulisan kita, sampai dimana karya kita tersebar dan berapa banyak yang telah membacanya. Karna yang kita tahu kita menulis untuk memberikan kebaikan pada orang lain. Ada 4 tips menulis yang bang Tere Liye bagi saat Seminar. Pertama yaitu topic tulisan bisa apa saja, tapi penulis yang baik dapat menemukan sudut pandang yang berbeda. Bang Tere pun meminta peserta seminar membuat sebuah paragraf dengan kata hitam. Ada bermacam-macam tulisan yang tercipta. Penulis yang mempunyai sudut pandang yang berbeda akan melihat hitam tidak selalu sebagi warna, tanda duka, kegelapan dan hal-hal buruk lainnya. Tips kedua yaitu penulis harus mempunyai amunisi. Ide sudah ada, sudut pandang yang berbeda pun sudah siap tapi kemudian di depan layar jemarinya tak mampu menekan satu huruf pun. Bingung harus bagaimana memulai sebuah tulisan. Nah tips untuk mudah menulis yaitu kita harus mempunyai amunisi. Amunisi didapat dari banyak membaca, tidak hanya buku tapi dapat juga lingkungan sekitar, sering berdiskusi dan dari pengalaman sendiri maupun orang lain. Ketika pertama menulis tidak masalah tulisan kita meniru gaya tulisan penulis lain karena lama kelamaan kita akan menemukan gaya tulisan kita sendiri. Selanjutnya yaitu kalimat pertama adalah mudah, gaya bahasa adalah kebiasaan dan mengakhirinya lebih mudah lagi. Ketika kita buntu untuk mengawali sebuah tulisan kita dapat mengosongi bagian awalnya dan memulainya dari bagian tengah atau kita dapat menuliskan apa saja yang ada di kepala kita meskipun sama sekali tidak terkait dengan tema tulisan kita. masalah gaya bahasa yaitu kebiasaan. Tulisan yang efektif yaitu tulisan yang dapat dipahami baik oleh si penulis maupun pembacanya. Kemudian mengakhiri sebuah cerita. Untuk mengakhiri sebuah cerita kita tidak perlu membuat akhir yang indah, tak sedikit novel yang akhir ceritanya menggantung. Tips terakhir yang disampaikan bang Tere yaitu ala bisa karena terbisa. Keterampilan menulis dapat ditumbuhkan. Bang Tere mengumpamakannya seperti memasak. Ketika sedang belajar memasak meskipun telah sesuai resep tak jarang hasil masakan masih terasa aneh. Namun dengan kedisiplinan lama kelamaan tanpa resep pun kita dapat memasak makanan dengan hasil yang lebih baik. Jadi mulailah membiasakan menulis dan biasakanlah. Tak terasa dua jam sudah berlalu, penyampaian materi yang menyenangkan membuat peserta tidak bosan. Acara ditutup dengan pembagian doorprize oleh panitia.
Itulah sedikit oleh-oleh kami kamis siang itu. Semoga dapat bermanfaat dan dapat member inspirasi.
Posting Komentar